aku berbicara sebagai seorang handayani, seorang individu tak mewakili apapun selain diri sendiri..tak berkata apapun selain pemikiranku seorang diri,,,,
sedikit disini dan sedikit disana, sidik jari ini mulai tersebar dibanyak tempat. baik yang diam, terhenti, ataupun masih berjalan bebas didunia.
sedikit demi sedikit aku mulai mengerti yang mana yang harus ditertawakan yang mana yang harus ditentang sampai mati.
sedikit demi sedikit aku mulai melihat dunia dengan berwarna, tak lagi hanya hitam, putih dan abu.
sedikit demi sedikit aku mulai mengenali ia yang diam, terhenti ataupun masih berjalan bebas didunia.
sedikit demi sedikit aku mulai melupakan nikmatnya terbang dan mulai menyusuri tiap inci tempat dengan jemari.
sedikit demi sedikit aku mulai tak menerka lagi, aku merencanakan, aku menganalisa keadaan.
sedikit demi sedikit aku menumpuk pengalaman, dari tak tahu menjadi tahu, aku terdidik.
sedikit demi sedikit aku memiliki keluarga yang menerima ku apa adanya, walau sulit bercerita pada awalnya, walau pelik untuk menunjukkan kulit ku yang sebenarnya, pelan namun pasti keluarga itu aku miliki.
sedikit demi sedikit aku mulai memahami rasa benci tak akan dapat bertahan selamanya, karena membenci mengurangi kejernihan hati, karena memahami adalah segalanya.
sedikit demi sedikit aku si manusia berubah, karena itulah manusia menjejak di segala tempat dan keadaan yang berbeda, beralih dari tak tahu menjadi tahu, bertransformasi dan beradaptasi demi terus hidup di dunia ini.
mungkin aku memang hanya mampu mengerti dan belajar sedikit demi sedikit entah cukup entah tidak waktu itu untuk seorang manusia biasa yang mungkin sangat biasa karena aku hanya mampu mengerti sedikit................demi............sedikit.
aku mengumpulkan sedikit demi sedikit tiap kepingan positive negative hingga kedua saling melengkapi dan melebur dalam diriku...
aku melebur benci dan suka
aku melebur cinta dan cemburu
aku melebur duka dan bahagia
aku melebur sahabat dan musuh
aku mencoba memahami esensi dari hidup ku yang sederhana ditengah dunia yang rumit ini
aku mencoba meluluhkan ego ku dalam pelukan dunia agar aku dapat berdamai dengan kerumitan ini.
aku bukan individu pintar bergaul atau individu pintar tak tertandingi..aku hanya manusia yang mencoba berdamai dengan tempat ia berpijak dan berpulang nanti di akhir hayatnya..
aku masih ingin mengukir sedikit demi sedikit semua rasa yang perlahan aku serap dari tempat aku berpijak dari tempat aku merasa...dari apapun baik yang diam, terhenti, ataupun masih berjalan bebas didunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar